Rabu, 20 Februari 2013

Karakter yang berorientasi pada tindakan


  1. Karakter yang berorientasi pada tindakan :
Merupakan karakter yang harus dimiliki dan dilakukan oleh pengusaha. Hal ini sangat penting karena salah satu ciri seorang pengusaha adalah pikirannya yang lebih berorientasi pada tindakan (action) daripada sekedar bermimpi, berkata-kata, berpikir-pikir, atau berwacana. Seorang pengusaha selalu menghadapi risiko, ketidakpastian, dan keterbatasan dalam setiap masalah yang dihadapi. Kalau dia hanya berkata-kata dan tak bertindak, segala kesempatan yang ada berubah menjadi bencana (kerugian).
Karakter untuk menjadi pengusaha yang perlu dikembangkan, diantaranya yaitu pemikirannya harus out of the box, harus berani mengambil langkah ke depan tanpa flashback ke belakang.

2.                          Sikap dan tindakan bagi pribadi yang berorientasi pada tindakan :
Menurut kami sikap dan tindakan bagi pribadi yang berorientasi pada tindakan merupakan sikap yang harus/wajib dilakukan oleh pengusaha itu sendiri. Tidak hanya sekedar bicara dan bermimpi. Mereka seharusnya  memiliki orientasi PDCA (plan, do, check, and action). Hal ini berarti dia tidak hanya sekedar merencanakan berbagai strategi dan taktik, tetapi juga melaksanakannya.
Secara spesifik, seorang pengusaha harus menghindari NATO (no action talk only), NADO (no action dream only) dan NACO (no action concept only). NATO hanya menghasilkan gosip/konflik, NADO menghasilkan visi, dan NACO hanya menghasilkan teori/falsafah. Jadi dapat disimpulkan bahwa sikap dan tindakan yang paling penting dilakukan oleh pengusaha adalah action.

3.                   Pengertian resiko menurut para ahli :
1) Arthur Williams dan Richard, M H
Resiko adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode terentu
2) Abas Salim
Resiko adalah ketidaktentuan yang mungkin melahirkan peristiwa kerugian
3) Soekarto
Resiko adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa
4) Herman Darmawi
Resiko adalah penyebaran penyimpangan hasil aktual dari hasil yang diharapkan
·         Kesimpulannya :
Resiko adalah sesuatu yang selalu dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya keadaan yang merugikan dan tidak diduga sebelumnya bahkan bagi kebanyakan orang tidak menginginkannya.


4.                  Mengidentifikasi resiko potensial :
Proses manajemen risiko terdiri dari beberapa langkah dimana langkah paling awal adalah mengidentifikasi risiko-risiko yang potensial terjadi yang dapat membahayakan tercapainya tujuan strategis perusahaan.
Tujuan dari mengidentifikasi risiko adalah untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan risiko-risiko apa saja yang ada dan yang diantisipasi akan terjadi yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan.
Oleh karena itu, untuk mengidentifikasi risiko kita dapat mulai dengan mengenali sumber-sumber penyebab terjadinya permasalahan atau dari permasalahan itu sendiri :
• Analisa sumber-sumber penyebab terjadinya permasalahan.
Terjadinya permasalahan bisa disebabkan karena faktor risiko internal atau eksternal.
Faktor risiko internal adalah faktor-faktor risiko yang terjadi di dalam perusahaan atau proyek yang dapat dikontrol oleh manusia. Risiko - risiko seperti ini biasanya timbul karena masalah keuangan, organisasi, karyawan, lingkungan kerja, perubahan produk dan masalah-masalah lain di dalam perusahaan atau proyek yang tidak menunjang pencapaian yang diharapkan. Akibatnya, terjadilah penundaan waktu penyelesaian proyek, peningkatan biaya atau gangguan / interupsi pada arus kas.
Faktor risiko eksternal adalah faktor-faktor risiko di luar kontrol / kendali manusia, misalnya aktivitas di pasar uang / pasar modal, kebijakan di bidang perpajakan, perubahan lingkungan / alam (cuaca), dan lain-lain. Ketika risiko-risiko ini terjadi, yang paling penting adalah bagaimana menghadapinya.
• Analisa permasalahan, contoh bocornya informasi rahasia perusahaan, kecelakaan kerja, dan lain-lain

5.                   Langkah-langkah pengelolaan resiko:
1.Dikontrol (risk control)
Upaya-upaya yang dilakukan agar probabilitas terjadinya risiko yang diidentifikasi menjadi berkurang. Mengontrol resiko juga dimaksudkan untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi.
Upaya yang dilakukan untuk mengontrol resiko :
1.Membuat dan mengimplementasikan standar operasional prosedur (SOP) yang baik.
2.Melakukan pengontrolan secara serius terhadap kualitas produk dan proses.
3.Melengkapi area produksi dengan alat-alat keselamatan kerja dan termasuk mengintrodusir budaya sadar resiko kepada semua karyawan.

2.Ditransfer kepada pihak lain (risk transfer)
Upaya-upaya yang secara sadar dilakukan dengan memindahkan resiko yang kita hadapi terhadap pihak lain.
Cara ditransfer kepada pihak lain, misalnya :
1.Memindahkan resiko terjadinya kebakaran toko kepada perusahaan asuransi.
2.Untuk memindahkan resiko meningkatnya beban biaya tetap pegawai dapat dilakukan dengan kontrak outsourcing.
3.Untuk memindahkan resiko tingginya modal kerja kepada konsumen dapat dilakukan dengan meminta pembayaran di awal, atau memindahkan risiko tingginya biaya persediaan ke tangan supplier.
3.Dibiayai sendiri (risk retention)
Upaya-upaya mendanai dampak yang ditimbulkan oleh resiko.
Mendanai resiko :
1.Dengan menyiapkan dana cadangan (allowance) khusus untuk mendanai resiko, yang tentu akan membuat meningkatnya modal kerja.
2.Membiayai resiko tanpa dana cadangan akan menimbulkan resiko baru, yaitu terganggunya kegiatan bisnis yang telah direncanakan sebelumnya. Contoh, ada resiko kebakaran dari toko yang digunakan, maka bisa jadi dana yang seharusnya untuk ekspansi usaha akan terpakai untuk membiayai perbaikan toko tersebut, sehingga ekspansi gagal dilakukan.
4.Dihindari (risk avoidance)
Tindakan secara sadar untuk menghindari resiko yang dihadapi. Perlu diingat, sebagai wirausaha, terlalu sering melakukan penghindaran risiko bisa berdampak terhadap lambatnya pengembangan usaha, karena bisa jadi ada banyak kesempatan atau peluang yang terlewatkan.

Sumber :  http://www.managementfile.com/column.php?sub=86&id=2173&page=risk&awal=0
https://docs.google.com/viewer?a=v&q=cache:H3LZlifYXgMJ:staff.uny.ac.id/sites/default/files/Bab%252004%2520berorientasi%2520pada%2520tindakan.ppt+&hl=en&pid=bl&srcid=ADGEESjkFAUdFoFQ4cUIGpML1K2fNLVrelav0eNyq0_2V6tlfPFNB1qAIYycfoLtrRwYVSXL8OUftvw8Bi2R2I0i4UoeCbtWP4UVVimh0QfaIWudvSYZVLweNsqfNvRYpR2nrFn9e9Y9&sig=AHIEtbQ7xEkUjAEXoLYUKr956HTgYqNeXA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar